The Enlightenment, the Purposeful Activities, and the Potential Eggs

~Jurnal 1, Pekan 1, Kelas Telur-telur, Bunda Cekatan.

Deja vu.

Itu yang pertama kali terlintas di benak saya, kala menerima tugas tantangan pertama di pekan pertama pembelajaran Kelas Telur-telur, Bunda Cekatan, ini.

Bukan apa-apa.

Perihal menggali potensi kekuatan diri, ini sudah berlangsung berulang kali di Keluarga Tumbuh.

Mulai dari episode Matrikulasi ala-ala. Sampai rombak sana-sini berikut sesi konsultasi.

Tapi memang selalu mentok di tahap Eksekusi, sih..

Terutama yang terkait pelaksanaan jadwal harian. :nohope #curcol

But we can never let that, always like that. Can we?

Jadi menyelami lagi potensi kekuatan diri, guess what..

Allah yang Maha Merencana menjodohkan hidup baru ini dengan kesempatan yang sempurna, pikir saya.

Karena lagi-lagi, kami dihadapkan pada kondisi mengulang. Dan ini berarti, ulangan yang keempat kalinya.

Alih-alih merasa bosan, saya justru tercerahkan. Practice makes prefect, kan?

Ibaratnya, Allah mau kami menggosok mutiara terpendam, sampai kilaunya benar-benar kelihatan.

Yakin, belum? Mungkin itu yang ingin Ia pastikan.

So yeah, we’re on board. Kami ikut kereta ini.

Kelas Bunda Cekatan ini, akan menjadi sarana bagi kami mengafirmasi.

Semoga dalam perjalanannya, Allah lancarkan. Dan semoga dalam pelaksanaannya, Allah mudahkan.

InsyaAllah.

🌴

Dalam sebuah status WA, saya pernah menyinggung tentang betapa seseorang bisa dianggap multitalenta, karena segala apa-apa, dia bisa.

Ga pake mikir, ga pake lama.

Padahal ada juga orang-orang yang.. tidak tahu potensinya apa. Bahkan mungkin ia menganggap dirinya, tak bisa apa-apa.

Yang saya garis bawahi di status tersebut adalah..

Allah menciptakan setiap diri manusia, unik. Membekali segala potensi yang diperlukan, dalam perjalanan hidup menuju peran peradaban.

Jadi, setiap manusia memiliki potensi itu. Hanya saja, mungkin, mereka yang menganggap dirinya tak punya potensi, belum tahu.. apa potensinya.

Merangkum Fitrah Based Education, Talents Mapping, dan Pandu 45–yang keilmuannya kami masukkan ke kurikulum belajar Keluarga Tumbuh, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengenali potensi diri.

Salah satunya adalah mengamati aktivitas yang ditekuni dengan binar bahagia.

Yang biasanya berarti, aktivitas yang kita bisa dan kita suka. Dan yang jika ditarik lebih jauh maknanya, akan terkait dengan potensi diri yang telah Allah titipkan kepada kita.

Ragam aktivitas ini, harus dan akan senantiasa aligned dengan peran peradaban kita.. serta mengerucut pada alasan mengapa kita diciptakan.

Terlalu serius, ya?

Mohon maaf jika terkesan begitu, ya. Hehe..

Saya hanya ngga bisa membendung buncahnya isi hati dan benak saya, jika sudah membicarakan FBE dan segala materi turunannya..

Rasa-rasanya semua ingin saya tuliskan, bahkan ketika baru secuil ilmunya yang saya dapatkan. Terlebih saya berpikir, apalah saya ini, belum pandai mengungkapkan apa yang para Gurunda sampaikan.

Tapi entah kenapa, terkait topik ini, selalu membuat dada saya berdebar, kepengin sekali rasanya berbagi pemahaman atas ilmu yang sama kepada orang-orang di sekitar saya.

Wait. Apakah ini berarti..?

Ya, hehe..

Betul, betul, betul.. ini adalah salah satu aktivitas yang membuat saya bahagia. Gemetaran tangan, saking bahagianya. Berapi-api nada bicara saya, saat mengutarakannya.

Dan ya, menyampaikan ilmu yang saya pelajari dan saya akui kebenaran referensinya, binar itu tampak di mata saya.

One thought on “The Enlightenment, the Purposeful Activities, and the Potential Eggs”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *